Home Lang Lang Kota 37% Pangan Siap Saji di Kota Blitar masuk kategori berbahaya
37% Pangan Siap Saji di Kota Blitar masuk kategori berbahaya

37% Pangan Siap Saji di Kota Blitar masuk kategori berbahaya

0

Mayangkaranews.com : Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Blitar Harni Setyorini mengatakan perhitungan ini berdasarkan hajil uji lab BBPOM Surabaya di Kota Blitar yang mengambil 40 sampling pangan siap saji dan hasilnya memang diluar perkiraan 15 sampling terbukti mengandung bahan berbahaya seperti Rodamin B dan Borax terutama pangan olahan siap saji seperti oseng-oseng daun pepaya, pangsit, berbagai macam olahan tahu, ikan bakar yang positif mengandung borax, selain itu Es Cendol, Es Kopyor, Es Pleret, Pertolo, Cenil, Lopis juga positif mengandung Rodamin B.
Menurut Harni sampling kali ini memang menyasar makanan yang langsung bisa di santap ditempat karena kebanyakan pedagang ternyata cenderung memakai cara instan agar tampilan jualannya terlihat menarik seperti oseng-oseng Daun Pepaya agar terlihat hijau alami mereka sengaja menambahkan Borax. Harni mengaku Jumat 17 Juni 2016 sore secara langsung sudah melakukan pembinaan ke semua penjual yang terbukti menjual makanan siap saji di area bazaar takjil jalan Ahmad Yani Kota Blitar dan melarang mereka menjual lagi jenis makanan yang terbukti berbahaya jika terus membandel Dinkes mengancam akan memblacklist mereka di Kota Blitar dan mempublikasikan identitas mereka di media. Jumat 17 Juni 2016 sore Dinkes Kota Blitar merilis hasil lengkap uji lab BBPOM Surabaya hasil sidak di area bazaar takjil jalan Ahmad Yani Kota Blitar Rabu 15 Juni 2016 dan diperoleh 25 sampling atau 63% makanan yang di jual pedagang masuk kategori negatif atau aman.(Yuda)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial