Home Lang Lang Kota GTT/PTT Di Kabupaten Blitar Menghentikan Aksi Bisu Di Kantor Bupati Blitar, Karena Dijanjikan Fasilitas Menyampaikan Aspirasi Ke Pemerintah Pusat
GTT/PTT Di Kabupaten Blitar Menghentikan Aksi Bisu Di Kantor Bupati Blitar, Karena Dijanjikan Fasilitas Menyampaikan Aspirasi Ke Pemerintah Pusat

GTT/PTT Di Kabupaten Blitar Menghentikan Aksi Bisu Di Kantor Bupati Blitar, Karena Dijanjikan Fasilitas Menyampaikan Aspirasi Ke Pemerintah Pusat

0

Mayangkaranews.com, Blitar — Setelah aksi bisu yang dilakukan ratusan GTT/PTT di Kabupaten Blitar pada Senin siang (29/10/2018) akibat lambannya respon Pemkab khususnya Bupati memberikan fasilitasi para GTT/PTT untuk menyampaikan tuntutan mereka ke Pemerintah Pusat. Saat ini dengan janji Pemerintah Kabupaten Blitar memfasilitasi mediasi perwakilan para GTT/PTT ke Kemendikbud atau Kemenpan RB, paling cepat pada tanggal 5 Nopember dan paling lambat 10 Nopember, akhirnya GTT/PTT menghentikan aksi bisu.

“Para GTT/PTT menerima tawaran dan janji itu, sehingga rencana melakukan aksi bisu masal di depan Kantor Bupati selama satu minggu tidak dilanjutkan dan GTT/PTT menunggu jadwal pelaksanaan mediasi atau fasilitasi tuntutan,” jelas Muntohar Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI Kabupaten Blitar.

Sementara itu Koordinator GTT/PTT di Kabupaten Blitar Sri Hariyati mengatakan, sementara pihaknya menerima penawaran Pemerintah Kabupaten Blitar, namun jika nantinya sampai 10 Nopember belum ada fasilitasi, pihaknya akan melakukan aksi kembali. Sri mengaku, jika tidak ada putusan dari Pemkab dan GTT/PTT sudah tidak dibutuhkan, pihaknya siap melepas pekerjaan mereka. Namun jika masih dibutuhkan, mereka meminta ada peningkatan kesejahteraan kepada para GTT/PTT di Kabupaten Blitar dengan digaji seusai dengan UMK, karena selama ini hanya digaji Rp. 150 – 300 ribu selama belasan sampai puluhan tahun.

Sementara itu, dalam mediasi antara GTT/PTT dan Pemkab Blitar pada Selasa siang (30/10/2018), Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Totok Subihandono mengatakan, pihaknya telah mengirim surat terkait permohonan dan tuntutan GTT/PTT di Kabupaten Blitar kepada Pemerintah Pusat, namun belum ada jawaban. Dan saat ini pihaknya terus mengkomunikasikan hal itu dan maksimal pada tanggal 10 Nopember akan ada tindak lanjut. Diberitakan sebelumnya, Senin 29 Oktober lebih dari 500 Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap Sekolah Dasar melakukan aksi mogok mengajar dan melakukan aksi bisu masal di depan Kantor Bupati Blitar. Aksi ini dilakukan karena para GTT/PTT di Kabupaten Blitar merasa, Pemerintah Kabupaten Blitar terutama Bupati tidak memberikan tindak lanjut untuk memfasilitasi tuntutan mereka ke Pemerintah Pusat, sampai saat ini belum dilaksanakan. [Nita]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial