Home Lang Lang Kota Menuntut Dijadikan PNS, Ratusan GTT Dan PTT Di Wilayah Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Berunjuk Rasa
Menuntut Dijadikan PNS, Ratusan GTT Dan PTT Di Wilayah Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Berunjuk Rasa

Menuntut Dijadikan PNS, Ratusan GTT Dan PTT Di Wilayah Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Berunjuk Rasa

0

Mayangkaranews.com, Blitar — Ratusan Guru Tidak Tetap atau GTT dan Pegawai Tidak Tetap atau PTT, Kamis (20/9/2018) sekitar pukul 09.00 WIB menggelar unjuk rasa di depan Kantor UPTD Korwil Wonodadi.

“Aksi ini menuntut agar dijadikan Pegawai Negeri Sipil atau PNS tanpa syarat dan tanpa tes, serta menuntut Pemerintah untuk merevisi Undang-Undang ASN nomor 5 tahun 2014, terutama pasal 131 huruf A yang membatasi usia perekrutan Calon Aparatur Sipil Negara maksimal berumur 35 tahun,” jelas Alfi satu diantara pengunjuk rasa.

Alfi mengatakan, perekrutan CPNS tahun ini tidak berpihak pada GTT dan PTT karena adanya batasan usia itu. Padahal banyak GTT dan PTT yang sudah mengabdikan diri di sekolah selama puluhan tahun. Alfi memastikan, meski ratusan GTT ini mogok mengajar, namun kegiatan pembelajaran tidak akan berhenti dengan adanya aksi ini.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah atau Korwil Pendidikan Wonodadi Kabupaten Blitar Haeri mengatakan, kegiatan unjuk rasa GTT dan PTT ini tidak hanya dilakukan di wilayah Wonodadi saja. Menurutnya GTT dan PTT di seluruh Indonesia banyak yang melakukan unjuk rasa ini. Namun untuk Nasional, kegiatan unjuk rasa GTT dan PTT akan mulai dilaksanakan pada Senin 24 September 2018 mendatang. Namun pihaknya memastikan, kegiatan unjuk rasa di wilayah Wonodadi, tertib dan kondusif.

Para GTT dan PTT ini pun selanjutnya akan koordinasi ke Kecamatan lainnya kemudian akan meneruskan ke Pemeritah Kabupaten Blitar dan selanjutnya ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Aksi ini pun berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dengan bernyanyi bersama. [Dinda]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial