Home Lang Lang Kota Pasca Kasus Siswa SMP Bunuh Diri, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Meminta Sekolah Meningkatkan Pengawasan Dan Pendikan Keagamaan
Pasca Kasus Siswa SMP Bunuh Diri, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Meminta Sekolah Meningkatkan Pengawasan Dan Pendikan Keagamaan

Pasca Kasus Siswa SMP Bunuh Diri, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Meminta Sekolah Meningkatkan Pengawasan Dan Pendikan Keagamaan

0

Mayangkaranews.com : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusuma mengatakan, kasus Ariyang siswa SMP Negeri 3 Srengat yang bunuh diri melompat ke sungai Brantas setelah mendapat bimbingan konseling, membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar melakukan evaluasi untuk pendidikan karakter, khususnya bimbingan konseling dan kegiatan keagamaan. Menurut Budi, semua sekolah sudah diminta untuk meningkatkan pendidikan agama agar karakter siswa dapat terbentuk menjadi lebih baik dan sebagai antisipasi kenakalan remaja atau siswa. Sementara untuk pendidikan konseling semua sekolah harus membuatnya lebih bersahabat dengan pelajar, bukan menjadi pendidikan yang ditakuti para pelajar. Budi mengaku, semua kepala sekolah telah diinstruksikan untuk melakukan hal itu agar kasus siswa sekolah bunuh diri karena kasus yang terjadi di lingkungan sekolah. Budi menambahkan, orang tua juga akan terus dilibatkan dalam pendidikan karakter. Diberitakan sebelumnya, Ariyang Winuji Putra, lelaki 15 tahun warga Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar, siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Srengat, bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sungai Brantas pada 9 Januari 2018 lalu, karena diduga ketakutan saat orang tuanya dipanggil guru bimbingan konseling sekolah. (Nita)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial