Home Lang Lang Kota Tarif Pajak Tidak Wajar, Sekitar 50 Warga Kelurahan Blitar Mengajukan Keberatan
Tarif Pajak Tidak Wajar, Sekitar 50 Warga Kelurahan Blitar Mengajukan Keberatan

Tarif Pajak Tidak Wajar, Sekitar 50 Warga Kelurahan Blitar Mengajukan Keberatan

0

Mayangkaranews.com : Tarif pajak tidak wajar sekitar 50 warga kelurahan Blitar kecamatan Sukorejo mengajukan keberatan pembayaran pajak ke Pemerintah Kota Blitar. Satu diantara warga Kelurahan Blitar Sutomo mengatakan tarif Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) tahun 2017 ini untuk lahan pertanian yang ada di Kelurahan Blitar mengalami kenaikan lebih dari 300% dari tahun sebelumnya. Menurut Sutomo tahun 2017 ini dalam Surat Pemberitahuan Pajak terhutang (SPPT) lahan pertanian atau sawah miliknya sebesar Rp. 700.000,- padahal tahun sebelumnya hanya sekitar Rp. 176.000,- saja. Sutomo mengaku tarif PBB terus mengalami kenaikan semenjak ada bangunan pabrik rokok dan industri peternakan di sekitar areal persawahan Kelurahan Blitar. Dan karena merasa tarif terlalu tinggi para petani tidak mampu membayar sekitar 50 petani mengajukan permohonan keberatan ke Pemerintah Kota Blitar. Sementara menurut Kepala Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar – Supriyanto sebelum pembagian SPPT pihak kelurahan sudah mendapat sosialiasi dari pemerintah kota Blitar jika akan terjadi kenaikan tarif pajak maksimal 68% dan karena dinilai wajar masyarakat menerima kenaikan itu, tetapi setelah pembagian SPPT PBB P2 khusus lahan pertanian di kelurahan blitar seluas 10 hektar mengalami kenaikan 300-500% petani yang sebelumnya membayar PBB hanya Rp. 700.000,- naik sampai Rp. 4.000.000,-.
Selain itu kelas pajak yang seharusnya kelas A30 untuk lahan pertanian di SPPT tertulis A25 yang merupakan kelas industri, sedangkan lahan digunakan untuk bertani bukan untuk kawasan industri seperti pabrik dan peternakan yang ada di kelurahan Blitar. Supriyanto menjelaskan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang sebelumnya Rp. 82.000,-/meter persegi naik menjadi Rp. 243.000,-/meter persegi. Supriyanto mengaku pihaknya memfasilitasi masyarakat atau petani yang mengajukan permohonan keberatan ke Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar dan sampai saat ini masyarakat terus mengajukan permohonan keberatan membayar pajak karena tarif yang dinilai tidak wajar. Dikonfimasi terpisah Kepala bidang penagihan BPKAD Kota Blitar – Juyanto mengatakan pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut untuk pengajuan keberatan pemanbayaran pajak yang diajukan puluhan warga kelurahan Blitar dan melakukan survei ke lapangan dan untuk saat ini pihaknya masih terus menerima setiap pengajuan permohonan keberatan yang masuk ke BPKAD untuk ditindaklanjuti.(Nita)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial