Home Kesehatan BPJS Kesehatan Beri Waktu Ke Masyarakat Yang Turun Kelas Kepesertaan & Ancam Memutus Kontrak Rumah Sakit Rujukan Yang Tak Berikan Layanan Dokter Spesialis
BPJS Kesehatan Beri Waktu Ke Masyarakat Yang Turun Kelas Kepesertaan & Ancam Memutus Kontrak Rumah Sakit Rujukan Yang Tak Berikan Layanan Dokter Spesialis

BPJS Kesehatan Beri Waktu Ke Masyarakat Yang Turun Kelas Kepesertaan & Ancam Memutus Kontrak Rumah Sakit Rujukan Yang Tak Berikan Layanan Dokter Spesialis

0

MayangkaraNews.com . BPJS Kesehatan Tulungagung memberikan waktu sampai 30 April 2020 bagi masyarakat yang ingin turun kelas di kepesertaan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan Tulungagung juga mengancam akan memutus kontrak rumah sakit rujukan yang tidak memberikan pelayanan dokter spesialis.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tulungagung, M Idar Aries Munandar mengatakan setelah ada kebijakan menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen, pihaknya memberi kesempataan bagi masyarakat yang ingin turun kelas sampai 30 April 2020. Setelah itu, masyarakat tidak diperbolehkan lagi untuk turun kelas.

Idar menyebut data terakhir sampai akhir Desember 2019 lalu sudah ada 655 peserta dari beberapa segmen seperti kelas 1 & kelas 2 yang memutuskan untuk turun ke kelas 3.

Disinggung soal hutang klaim BPJS Kesehatan sampai saat ini, Idar menyebut BPJS Kesehatan Tulungagung masih mempunyai hutang sekitar Rp 25 miliar per 31 Desember 2019.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Perpes Nomor 75 Tahun 2019 yang salah satunya mengatur tentang penyesuaian tarif bagi peserta non penerima upah atau jalur mandiri sampai 100 persen yang sudah berlaku mulai 1 Januari 2020 kemarin.

Sementara itu, Idar juga mengatakan BPJS Kesehatan Tulungagung akan memutus kontrak bagi rumah sakit rujukan jika memang ditemukan bukti-bukti yang kuat kalau rumah sakit sering telat memberikan pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan dengan alasan kekurangan dokter spesialis.

Namun Idar menyebut BPJS Kesehatan tidak serta merta akan melakukan pemutusan kontrak karena sudah ada tahapan-tahapannya mulai dari teguran sampai nanti pemutusan kontrak. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi satu kali setiap tahunnya.

Disinggung soal aturan dokter spesialis yang merangkap, Idar menjelaskan sesuai dengan aturan dari Menteri Kesehatan dokter diperbolehkan praktik di 3 rumah sakit, tapi yang jelas dokter itu harus patuh jadwal jam praktik di rumah sakit tempatnya bekerja.

Wakil Komisi C DRPD Tulungagung, Heru Santoso menyebut pihaknya banyak mendapat aduan dari masyarakat soal pelayanan yang sering telat di rumah sakit rujukan atau tipe C karena terlambatnya dokter dalam meberikan pelayanan kesehatan. [foto ilustrasi, dari Beritagarid. anggi]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial