Home Lang Lang Kota Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar Meminta Pengawasan Orang Tua Kepada Anaknya Ditingkatkan
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar Meminta Pengawasan Orang Tua Kepada Anaknya Ditingkatkan

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar Meminta Pengawasan Orang Tua Kepada Anaknya Ditingkatkan

0

Mayangkaranews.com : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Blitar, Suhartono menyayangkan peristiwa bunuh diri yang dilakukan siswi SMP Negeri Kota Blitar yang diduga karena depresi tidak akan diterima di SMA Negeri yang diinginkannya, akibat sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB pada tahun ajaran 2018-2019. Karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar meminta, kepada para wali murid di Blitar Raya agar memberikan pengawasan lebih kepada putra-putrinya setelah pengumuman kelulusan, pihaknya juga berharap agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi khususnya di Blitar Raya. Suhartono juga menegaskan, sistem zonaasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB SMA pada tahun ajaran 2018-2019 di Blitar Raya dibagi menjadi 4 zona. Sistem zonasi ini lebih mempertimbangkan lokasi tempat tinggal calon siswa dalam memilih sekolah. Namun bagi siswa yang ingin mendaftar di luar zona, masih diberikan kuota 10 persen yang terdiri dari 5 persen kuota untuk calon siswa yang mendaftar menggunakan jalur prestasi dan 5 persen kuota untuk calon siswa yang pindah tempat tinggal.

Sementara itu, Petugas Kesiswaan SMP Negeri 1 Kota Blitar, Kadmadi membenarkan, siswi yang bunuh diri merupakan siswi SMP Negeri 1 Kota Blitar. Kadmadi mengatakan, siswi ini dikenal sebagai pribadi yang pintar dan suka bergaul dengan teman-temannya, namun lebih suka individu ketika berkelompok. Siswi ini juga termasuk siswi pintar. Hal itu dilihat dari jumlah nilai UN siswi ini berjumlah 359. Diberitakan sebelumnya, EP perempuan 16 tahun, warga Kelurahan dan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, yang merupakan pelajar SMP Negeri di Kota Blitar, Selasa siang 29 Mei 2018 ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri dalam pintu kamar kostnya, di Jalan A. Yani Kota Blitar. Bunuh diri ini diduga karena depresi tidak akan diterima di SMA Negeri yang diinginkannya, akibat sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB pada tahun ajaran 2018-2019 ini, untuk wilayah Blitar Raya. (Dinda)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial