1. Home
  2. Kesenian
  3. Dosen FIS UM Mendampingi Kelompok Macapatan Berdialog Multikultural Dengan Cakepan Tembang Berbasis Nilai-Nilai Luhur Pancasila
Dosen FIS UM Mendampingi Kelompok Macapatan  Berdialog Multikultural Dengan Cakepan Tembang Berbasis Nilai-Nilai Luhur Pancasila

Dosen FIS UM Mendampingi Kelompok Macapatan Berdialog Multikultural Dengan Cakepan Tembang Berbasis Nilai-Nilai Luhur Pancasila

0

MayangkaraNews.com . Macapatan merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan. Sebagaimana diamanahkan dalamPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 106 Tahun 2013 tentang Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Kelompok atau paguyuban, macapatan Anggana Raras merupakan salah satu kelompok budaya yang masih ada di Desa Boro Kabupaten Blitar.

Beranggotakan 50 orang didominasi, mereka yang sudah dewasa bahkan lansia, hanya 4 orang saja yang masih muda berusia 20 tahun-an. Program pemerintahan desa untuk terus memberdayakan kelompok budaya Anggana Raras disambut baik Tim Pengabdian pada masyarakat UM yang sangat peduli dalam pelestarian budaya macapatan yang mulai ditinggalkan.

Bertempat di aula pertemuan vihara Sasana Jaya di Desa Boro pada hari Sabtu, tanggal 27 Oktober 2021, tim Pengabdian Kepada Masyarakat menyelenggarakan sarasehan dan fasilitasi penyusunan cakepan tembang macapatan berbasis nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan ini disambut baik masyarakat Desa Boro, Kabupaten Blitar dan kelompok macapatan Anggara Raras. Dalam sambutannya bapak Kamituwo yang mewakili Kepala Desa Boro menyatakan terima kasihnya kepada Tim PKM FIS UM yang diketua Dr. Sri Untari.M.Si, karena sudah 2 tahun ini senantiasa mendampingi masyarakat untuk terus melestarikan budaya adiluhung ini. Dan berharap agar macapatan terus dikembangkan sebagai wahana dialog budaya, sekaligus melestarikan nilai-nilai Pancasila.

Tujuan pendampingan ini sebagaimana dikemukakan Dr. Sri Untari,M.Si adalah memberdayakan kelompok budaya macapatan menjadi wahana Dialog Multikultural yang menggunakan cakepan tembang macapat yang mengandung pesan nilai-nilai Pancasila. Jadi kelompok macapatan Anggana Raras tidak hanya nembang, namun juga membedah cakepan tembang macapatan yang mengandung nilai-nilai Pancasila, dalam suatu dialog interaktif antar anggota. Sehingga dapat dipahami makna pesan itu dalam bahasa dan pemahaman sehari-hari masyarakat.

Menurut Bapak Sunardi tokoh budaya Desa Boro menyatakan, macapat sebagai budaya adiluhung warisan nenek moyang wajib dilestarikan. Dan dengan pendampingan dari dosen FIS UM, para pelaku seni budaya macapatan, utamanya kelompok macapatan Anggana Raras lebih bersemangat untuk terus melestarikan, terlebih dengan membedah tembang yang sarat dengan nilai-nilai Pancasila.

Demikian juga tokoh pemerintahan desa, Kamituwo berharap, kerjasama antara Pemerintah Desa Boro, Selorejo, Kabupaten Blitar dengan FIS UM akan terus berkelanjutan. Sampai Macapatan dapat menjadi salah satu destinasi Desa Wisata Pancasila.

Penulis : Aliyah Ardhana Riswari (AR PKM UM)
MahasiswaFakultas Pendidikan Psikologi UM

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x