Home Hukum & Kriminal Kepala Sekolah Dasar Di Tulungagung Tak Perlu Takut Pada Wartawan Abal-abal Yang Melakukan Pemerasan
Kepala Sekolah Dasar Di Tulungagung Tak Perlu Takut Pada Wartawan Abal-abal Yang Melakukan Pemerasan

Kepala Sekolah Dasar Di Tulungagung Tak Perlu Takut Pada Wartawan Abal-abal Yang Melakukan Pemerasan

0

MayangkaraNews.com . Di Tulungagung, waspada wartawan abal-abal yg berupaya melakukan pemerasan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono membenarkan pihaknya mendapat laporan dari beberapa Kepala SD di Tulungagung yg menerima intimidasi dari wartawan abal-abal atau oknum wartawan yg datang untuk meminta sejumlah uang.

Beberapa sekolah yg didatangi itu sekolah yg mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah untuk penambahan fasilitas ruang kelas.

Atas laporan dari bawah, Haryo memerintahkan para Kepala Sekolah tidak menghiraukan oknum wartawan yg berupaya memeras & diarahkan langsung saja menghadapnya di kantor dinas.

Haryo mengatakan para oknum wartawan rata-rata meminta uang mulai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta dengan ancaman jika tidak dituruti akan dimuat di media dengan berita negatif.

Sejauh ini belum ada yg secara resmi melapor ke pihak Kepolisian atas adanya intimidasi serta pemerasan ini.

Haryo bahkan akan menerima secara terbuka wartawan yg ingin melihat data sekolah yg menerima DAK fisik tahun ini. Namun pihaknya tidak akan melayani, kalau ujungnya para wartawan abal-abal ini meminta sejumlah uang.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan pihaknya sudah memerintahkan jajaran Polsek mendatangi sekolah di wilayahnya untuk mendata & mengarahkan pihak sekolah agar membuat laporan resmi ke polisi soal dugaan pemerasan oknum wartawan soal penggunaan DAK tahun 2019 untuk pembangunan fisik SD.

Kata Pandia, meski telah dilakukan ‘jemput bola’, namun Kepala Sekolah belum ada yg melapor secara resmi untuk diproses & masih sebatas memberikan informasi.

Selain memerintahkan jajaran Polsek untuk ‘jemput bola’, Polres Tulungagung juga membuka pelayanan pengaduan masyarakat melalu nomor telpon yg disediakan, sehingga jika merasa menjadi korban pemerasan bisa langsung melapor & akan diproses secara hukum. [foto ilustrasi, dari tribunnewscom. amir-anggi]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial