Home Hukum & Kriminal Lapas Blitar Bantah Pembebasan Narapidana Asimilasi Akibat Pandemi Corona Dilakukan Diam-diam
Lapas Blitar Bantah Pembebasan Narapidana Asimilasi Akibat Pandemi Corona Dilakukan Diam-diam

Lapas Blitar Bantah Pembebasan Narapidana Asimilasi Akibat Pandemi Corona Dilakukan Diam-diam

0

MayangkaraNews.com . Lapas Kelas 2B Blitar membantah pembebasan narapidana asimilasi dilakukan secara diam-diam. Hingga Selasa 28 April 2020, 142 napi Lapas Kelas 2B Blitar mendapat asimilasi atau pembebasan bersyarat akibat pandemi virus Corona.

Terkait isu yang berkembang di masyarakat terkait adanya pembebasan narapidana asimilasi lapas secara diam-diam, Kepala Keamanan Lapas Kelas 2B Blitar, Bambang Setiawan membantah hal itu.

Bambang menjelaskan setiap ada pembebasan narapidana asimilasi atau narapidana yang masa pidananya habis, selalu dilakukan sesuai dengan prosedur & transparan. Pihak Lapas Blitar selalu berkoordinasi dengan beberapa lembaga, seperti dari Kepolisian & TNI untuk membantu pengawalan napi yang dibebaskan itu.

Selain itu, terkait isu pembebasan atau pemulangan yang dilakukan di atas jam 9 malam, pihak Lapas Blitar mengatakan setiap narapidana yang dibebaskan syarat-syarat administrasinya harus sudah rampung. Pihaknya juga harus berkoodinasi dengan pihak Kejaksaan untuk pembebasan & surat-surat administrasi dari Kejaksaan biasanya baru selesai sekitar jam 14.30 sore.

Setelah itu, para napi biasanya menyiapkan barang barangnya untuk dibawa pulang. Biasanya, kata dia, proses pembebasan juga dilaksanakan jam 11 malam.

Sebelumnya beredar informasi apabila pembebasan narapidana Lapas Kelas 2B Blitar dilakukan secara diam-diam & tidak transparan, serta dilakukan di atas jam 9 malam.

Sementara hingga Selasa 28 April 2020, sudah ada 142 narapidana Lapas Blitar yang sudah mendapatkan pembebasan bersyarat atau asimilasi sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum & HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi & hak integrasi bagi napi juga anak dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Jumlah narapidana yang akan mendapatkan asimilasi ini diperkirakan masih bisa bertambah. Para napi yang mendapat pembebasan bersyarat melalui program asimilasi & hak integrasi minimal sudah menjalani separuh hukuman pidana.

Program asimilasi & hak integrasi tidak berlaku untuk semua napi. Khusus napi yang tersangkut kasus sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat & Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan untuk sementara tidak mendapat kesempatan program asimilasi & hak integrasi.

Bambang meminta agar masyarakat tidak khawatir berlebihan dengan beberapa tindak kejahatan yang menyudutkan para napi itu, karena setiap napi yang mendapat asimilasi semuanya berkelakuan baik selama berada di lapas.

Ia menambahkan asimilasi sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran virus Corona. [foto ilustrasi, dari detikNewscom. dinda]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial