Home Hukum & Kriminal MT, Penambang Pasir Asal Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Yang Mencabuli Bocah 5 Tahun, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
MT, Penambang Pasir Asal Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Yang Mencabuli Bocah 5 Tahun, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

MT, Penambang Pasir Asal Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Yang Mencabuli Bocah 5 Tahun, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

0

Mayangkaranews.com, Blitar — MT, laki-laki (38) warga Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, terduga pelaku pencabulan ke Z, bocah perempuan berusia lima tahun akan dikenakan pasal 81 ayat 2 atau ayat 3 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana selama lima tahun sampai 15 tahun penjara.

“Pasal yang dikenakan untuk MT disesuaikan dengan perbuatannya. Selain itu MT sudah mengakui perbuatannya. Saat ini MT masih ditahan di Polres Blitar Kota untuk mengikuti proses hukum. Sementara korban ZP, masih mendapat pendampingan psikologis karena kondisi korban yang mengalami trauma. Selain mendapat pendampingan psikologis, korban juga mendapat pendampingan rohani untuk memulihkan mental korban,” jelas Akp Heri Sugiono Kasatreskrim Polres Blitar Kota

Diberitakan sebelumnya, MT dilaporkan ke polisi karena diduga mencabuli ZP, bocah perempuan berusia lima tahun yang masih tetangganya. Dugaan pencabulan itu diketahui ibu korban berinisial NK (28). Berdasarkan laporan yang diterima polisi, kasus dugaan asusila itu terjadi pada Senin (2/9/2019). Saat itu korban bersama teman-temannya bermain di rumah nenek korban. Korban berniat membeli es campur di rumah pamannya yang berinisial K dengan diantar pelaku. Saat membeli es campur korban tidak kunjung pulang. Merasa curiga, Ibu korban menyusul ke rumah K. Sesampai di rumah K, kondisi rumah sepi. Pintu rumah dalam posisi tertutup. Ibu korban langsung membuka pintu rumah itu. Begitu masuk, ibu korban melihat anaknya dalam posisi berbaring dan setengah telanjang bersama dengan terduga pelaku. Ibu korban juga melihat terlapor panik berusaha memakai celananya. Melihat itu ibu korban berteriak histeris dan melaporkan kasus dugaan pencabulan itu ke polisi. [Dinda]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial