Home Lang Lang Kota Olahraga Panjat Tebing Kota Blitar Minim Atlet. Ini Penyebabnya
Olahraga Panjat Tebing Kota Blitar Minim Atlet. Ini Penyebabnya

Olahraga Panjat Tebing Kota Blitar Minim Atlet. Ini Penyebabnya

0

MayangkaraNews.com . Cabang olahraga panjat tebing Kota Blitar minim atlet, karena banyak orang tua menganggap olahraga ini berbahaya untuk anaknya.

Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Blitar, Coco Hanarko mengatakan minimnya atlet panjat tebing di Kota Blitar disebabkan karena masih ada anggapan di masyarakat, khususnya orang tua apabila olahraga panjat tebing berbahaya.

Menurut Hanarko, orang tua menganggap olahraga panjat tebing termasuk salah satu olahraga yang ekstrim karena memanjat tinggi & hanya mengandalkan tali untuk pengaman. Sehingga banyak orang tua yang melarang anaknya untuk mengikuti olahraga panjat tebing ini.

Padahal, kata dia, olahraga panjat tebing merupakan olahraga yang baik untuk melatih adrenalin para anak. Selain itu, olahraga ini juga mengajarkan anak agar tetap fokus saat melakukan panjat tebing.

Sampai awal Maret 2020 ini, jumlah atlet panjat tebing di Kota Blitar hanya 30 orang, mulai dari usia 17 tahun sampai 21 tahun & tidak semuanya aktif.

Untuk mengirimkan atlet pada kejuaraan panjat tebing, menurut Hanarko, hanya mengandalkan seorang atlet atas nama Khoirul.

Sedangkan biasanya syarat utama suatu kompetisi di antaranya usia. Sementara Khoirul terkendala batas usia mengikuti beberapa kompetisi tahunan seperti Porprov Jatim.

Hanarko menambahkan tahun 2020 ini pihaknya akan melakukan pembibitan atlet dengan mengadakan Kompetisi Panjat Tebing se-Blitar Raya pada 21 Maret 2020 di GOR Soekarno Hatta. [foto ilustrasi, dari Indosportcom. dinda]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial