Home Hukum & Kriminal Pemberian Dana Ganti Rugi Warga Akibat Kericuhan Antar Suporter Ditunda. Sementara Ketua PSSI Kota Blitar Meminta Maaf Pada Warga
Pemberian Dana Ganti Rugi Warga Akibat Kericuhan Antar Suporter Ditunda. Sementara Ketua PSSI Kota Blitar Meminta Maaf Pada Warga

Pemberian Dana Ganti Rugi Warga Akibat Kericuhan Antar Suporter Ditunda. Sementara Ketua PSSI Kota Blitar Meminta Maaf Pada Warga

0

MayangkaraNews.com . Pemberian dana ganti rugi warga akibat kericuhan antar suporter beberapa waktu lalu yang rencannya diberikan dalam minggu ini ditunda.

Plt Walikota Blitar, Santoso dalam pertemuan antara Bakesbangpol & PBD Kota Blitar serta warga pada Rabu 26 Februari 2020 kemarin, mengatakan dana ganti rugi warga akibat kericuhan antara suporter pada semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 pada Selasa 18 Februari lalu, saat ini sudah dalam tahap pengajuan pencairan di Provinsi Jatim.

Rencananya, dana itu maksimal diberikan minggu depan. Total dana ganti rugi yang sudah diinventarisir & disepakati mencapai Rp 220.280.000. Nantinya dana ganti rugi ini akan diberikan langsung atau secara tunai ke warga.

Menurutnya, Pemprov Jatim sudah melakukan verifikasi di lapangan. Harapannya, warga bisa senang & dampak dari kericuhan suporter bola beberapa waktu lalu bisa segera tertangani.

Anik, satu di antara warga yang masuk dalam data ganti rugi mengaku anaknya menjadi korban pelemparan batu saat terjadinya kericuhan suporter bola 18 Februari 2020 lalu.

Sebab, saat itu anaknya Anik sedang makan di warung di sekitar Jalan Kalibrantas Kota Blitar, satu di atara lokasi kericuhan suporter. Akibatnya, anaknya Anik mengalami luka di kepala & dijahit 3 cm. Untuk biaya yang sudah ditanggung sekitar Rp 300 ribu. Anik berharap bantuan dana ganti rugi dari Pemprov Jatim bisa segera terealisasi.

Di sisi lain, Ketua PSSI Kota Blitar, Yudi Meira meminta maaf kepada warga Blitar Raya terkait kericuhan suporter bola tersebut. PSSI turut menyesalkan kejadian itu.

Menurut Yudi, pada dasarnya PSSI Kota Blitar tidak pernah melarang suporter untuk mendukung tim kesayangannya di dalam Stadion Supriyadi Kota Blitar, baik Bonek atau pun Aremania.

Namun sesuai kesepakatan, agar menjaga kondusifitas pertandingan, Panitia Pelaksana (Panpel) memutuskan untuk menggelar laga itu tanpa penonton.

Pihaknya mengakui persiapan untuk menggelar laga itu belum maksimal karena pemberitahuan untuk menggelar laga juga mendadak sehingga PSSI Kota Blitar tidak bisa menolak.

Yudi mengatakan kericuhan suporter bola yang terjadi akan menjadi evaluasi bersama timnya. Sementara terkait rekomendasi DPRD Kota Blitar, PSSI Kota Blitar menerimanya.

Sebelumnya, DPRD Kota Blitar akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk Pemkot Blitar agar tidak mengeluarkan izin pertandingan sepakbola yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

Rekomendasi DPRD itu menyikapi kerusuhan antar kelompok suporter yang terjadi ketika laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 antar Persebaya melawan Arema di Stadion Supriyadi Kota Blitar, Selasa 18 Februari 2020 lalu. [nindy]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial