Home Nasional & Dunia PGRI Kota Blitar menilai, wacana Full Day School dari kemendikbud merugikan guru dan siswa
PGRI Kota Blitar menilai, wacana Full Day School dari kemendikbud merugikan guru dan siswa

PGRI Kota Blitar menilai, wacana Full Day School dari kemendikbud merugikan guru dan siswa

0

Mayangkaranews.com : PGRI Kota Blitar menilai wacana Full Day School dari Kemendikbud merugikan guru dan siswa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Blitar Heru Puji Mardianto mengatakan, wacana Full Day School yang direncanakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan perlu dikaji ulang sebelum diterapkan baik disekolah negeri atau swasta, karena terlalu memberatkan guru dan siswa. Menurut Heru saat ini muatan kurikulum sudah padat dan dengan penambahan jam belajar sampai sore hari maka bisa berdampak ke penambahan jam kerja bagi guru yang akan mengurangi semangat dan stamina para guru, selain itu guru juga memiliki kesibukan di luar kegiatan sekolah terutama waktu untuk keluarga. Sedangkan untuk siswa bisa menghilangkan jam bermain dan berinteraksi dengan lingkungan luar jika terlalu lama di lingkungan sekolah.
Heru menambahkan, sekolah di Kota Blitar dinilai belum siap jika menerapkan Full Day School karena sarana dan prasanana yang belum memadai. Heru berharap pemerintah membuat program yang bermutu bagi pendidikan di Indonesia dan tidak merugikan guru dan siswa. Sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menilai wacana full day school masih perlu dikaji agar tidak menimbulkan perdebatan. Program “Full day school” yang diwacanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) perlu dikaji terlebih dahulu karena banyak sekali plus minus dari program ini. Kepala dinas pendidikan kabupaten Blitar Totok Subihandono mengatakan kajian dari berbagai pihak atas wacana full day school perlu dilakukan agar saat program ini diresmikan tidak menimbulkan perdebatan. Menurut Totok beberapa kekurangan dari wacana full day school diantaranya jem sekolah yang padat bisa membebani siswa dan wali murid. Totok menambahkan, karena masih wacana pihaknya menunggu keputusan dari pemerintah pusat untuk kelanjutan wacana full day school.(Nita – April)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial