Home Hukum & Kriminal PN Tulungagung Gelar Sidang Praperadilan Penetapan Tersangka Kasus Penganiayaan Yang Sebabkan Korban Meninggal
PN Tulungagung Gelar Sidang Praperadilan Penetapan Tersangka Kasus Penganiayaan Yang Sebabkan Korban Meninggal

PN Tulungagung Gelar Sidang Praperadilan Penetapan Tersangka Kasus Penganiayaan Yang Sebabkan Korban Meninggal

0

MayangkaraNews.com . Sidang praperadilan atas penetapan tersangka AP (38) warga Pucanglaban Tulungagung dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia digelar Rabu 8 Juli 2020.

Sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung atas gugatan itu disampaikan oleh Tim Kuasa Hukum AP yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap warga Blitar sampai meninggal dunia pada Selasa 12 Mei 2020 lalu.

Kuasa Hukum AP, Heri Widodo mengatakan sesaat setelah sidang dimulai pihaknya meminta Majelis Hakim melakukan perbaikan jadwal karena ternyata Rabu 8 Juli 2020 sedianya juga akan berlangsung sidang perkara yang menjerat kliennya itu.

Menurutnya, bila sidang perkara kasus ini digelar maka gugatan praperadilan gugur demi hukum.

Heri mengaku saat pihaknya mendaftarkan gugatan praperadilan ini pada Kamis 2 Juli 2020 lalu, berkas perkara kasus kliennya baru saja dilimpahkan dari Polres Tulungagung ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung.

Ia mengaku terkejut karena ternyata di hari yang sama pihak Kejari Tulungagung mendaftarkan langsung perkaranya itu ke PN Tulungagung.

Menurutnya, ini semakin mengindikasikan polisi maupun Kejari takut kalah di sidang praperadilan. Karena itu kalaupun sidang perkara tetap digelar Rabu 8 Juli 2020, Heri meminta adanya penundaan sidang itu sampai Majelis Hakim mengeluarkan putusan atas gugatan praperadilan yang diajukannya.

Lagipula Heri sama sekali belum menerima undangan untuk persidangan perkara kasus kliennya yang terjadwal Rabu 8 Juli 2020.

Juru Bicara PN Tulungagung, Sri Peni Yudawati membenarkan jadwal sidang perkara yang menjerat AP digelar Rabu 8 Juli 2020. Namun terkait apakah gugatan praperadilan akan gugur bila sidang perkara digelar, Sri menyebut hal itu menjadi wewenang dari Majelis Hakim yang menyidangkan praperadilan.

Menyikapi gugatan praperadilan, Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia menghormati proses hukum yang dijalani oleh tim kuasa hukum tersangka. Yang jelas, menurutnya, dari Kepolisian sudah sangat profesional menangani kasus ini & sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kasus yang menjerat lelaki inisial AP bermula saat 12 Mei 2020, korban Sarto asal Blitar yang membawa senjata tajam & diduga mengalami gangguan jiwa, serta dikhawatirkan membahayakan warga lain, akhirnya dijegal oleh tersangka & jatuh dengan posisi kepala membentur aspal lebih dulu.

Setelah itu korban sempat dirawat beberapa hari sampai akhirnya meninggal dunia. 3 hari berikutnya AP ditangkap & ditetapkan sebagai tersangka. [amir]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial