Home Hukum & Kriminal Polisi Menduga Ada Unsur Adu Domba Yang Dilakukan Pelaku Pengunggah Ujaran Kebencian Terhadap 2 Organisasi Pencak Silat Di Kabupaten Blitar
Polisi Menduga Ada Unsur Adu Domba Yang Dilakukan Pelaku Pengunggah Ujaran Kebencian Terhadap 2 Organisasi Pencak Silat Di Kabupaten Blitar

Polisi Menduga Ada Unsur Adu Domba Yang Dilakukan Pelaku Pengunggah Ujaran Kebencian Terhadap 2 Organisasi Pencak Silat Di Kabupaten Blitar

0

Mayangkaranews.com, Blitar — Setelah dilakukan penyidikan terhadap HR, lelaki (21) warga Desa Jugo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, polisi menduga ada unsur adu domba yang dilakukan pelaku.

“HR diketahui dengan sengaja melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik kepada dua organisasi pencak silat Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia atau IKSPI dan Persaudaraan Setia Hati Teratai atau PSHT. Aksi itu dilakukan HR dengan tujuan menyulut kemarahan kedua belah pihak. Postingan itu diunggah di akun Facebook milik HR pada 13 Mei 2019. Karena merasa menjadi korban penghinaan dan pencemaran nama baik, salah satu anggota IKSPI kemudian mendatangi rumah pelaku dan membawanya ke Polsek Kesamben. Pada saat yang bersamaan, beberapa orang dari PSHT yang juga menjadi korban penghinaan yang dilakukan pelaku ikut datang ke Mapolsek Kesamben. Kedua kelompok pencak silat ini akhirnya mengantarkan pelaku ke Polres Blitar untuk diproses secara hukum dengan kawalan petugas Polsek Kesamben,” jelas AKBP Anissullah M. Ridha Kapolres Blitar.

Diberitakan sebelumnya, HR pemuda asal Kesamben saat ini ditahan di Mapolres Blitar karena memposting ujaran kebencian terhadap 2 organisasi Pencak Silat di Kabupaten Blitar. Dalam postingannya pelaku merubah singkatan dari kedua nama Organisasi Pencak Silat itu dengan kata-kata kasar dan tidak pantas. Saat dilakukan interograsi, pelaku mengaku iseng melakukan hal itu. Dari kejadian ini polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya sebuah ponsel, CPU komputer dan bukti tangkapan layar postingan penghinaan melalui akun Facebook Huda Riyan Nandas. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Pelaku dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. [Dinar]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial