1. Home
  2. Lang
  3. Lang
  4. Kota
  5. PTUN Surabaya Gelar Sidang di Tempat Terkait Gugatan Warga Sendang Bendogerit Sananwetan Kota Blitar
PTUN Surabaya Gelar Sidang di Tempat Terkait Gugatan Warga Sendang Bendogerit Sananwetan Kota Blitar

PTUN Surabaya Gelar Sidang di Tempat Terkait Gugatan Warga Sendang Bendogerit Sananwetan Kota Blitar

0

MayangkaraNews.com . PTUN Surabaya menggelar sidang di tempat terkait gugatan warga Sendang Bendogerit Sananwetan Kota Blitar terhadap proyek pembangunan hotel bintang 4 di Kecamatan Sananwetan Selasa (11/01/22) siang.

Sidang dimulai sekitar jam 11 siang di lokasi proyek hotel yang berlokasi di Jln. Ir Soekarno Bendogerit Sananwetan. Ketika sidang di lahan proyek hotel Ketua majelis PTUN Surabaya Tedy Romiyadi menanyakan, proses pembangunan kepada warga pihak hotel dan Pemkot Blitar.

Dalam pemeriksaan ini, Tedi mengecek seluruh lokasi hotel sesuai dengan gugatan penggugat. Diantaranya, jarak atau radius lokasi pembangunan hotel dengan sumber mata air, keterangan lokasi hotel yang tidak sesuai dengan yang tertulis di IMB, dan memastikan apakah debit sumber air sekitar berkurang imbas dari pembangunan hotel itu.

Setelah tahap ini, PTUN Surabaya akan melakukan sidang lanjutan dengan menghadirkan saksi penggugat dan menyertakan bukti bukti yang ada. Sidang lanjutan dijadwalkan akan berlangsung pada 17 Januari mendatang di PTUN Surabaya.

Sementara pengacara warga Sendang Bendogerit Sananwetan Kota Blitar Hendi Priyono mengatakan, pengecekan secara langsung dari hakim PTUN Surabaya ini sangat diperlukan. Itu untuk menunjukan sejumlah bukti gugatan warga soal pembangunan hotel bintang 4 itu.

Hendi tetap menduga proses pembangunan hotel 4 di Kecamatan Sananwetan itu tidak sesuai aturan. Hendi mengaku, siap hadir sidang lanjutan pada pekan depan dengan menghadirkan saksi penggungat dan menyertakan bukti-bukti yang ada.

Sementara pengacara hotel bintang 4 Suyanto memastikan, proses pembangunan hotel ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari terbit IMB, radius atau jarak pembangunan hotel ke tempat warga, kemudian teknis penggunaan air PDAM dan lain-lain.

Suyanto mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga sebelum melakukan pembangunan hotel. Dalam sidang ditempat juga dihadiri Kejaksaan, Polres Blitar Kota, dan beberapa OPD lingkup Pemkot Blitar yang terkait.

Diberitakan sebelumnya, 25 Agustus lalu Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) bersama Forum Masyarakat Lingkungan dan Komunitas Sendang (Formalitas) Kota Blitar demo menuntut Pemerintah Kota Blitar mengkaji ulang perizinan IMB pembangunan hotel bintang 4 di Kecamatan Sananwetan.

Mereka menganggap kebijakan pembangunan hotel tidak sesuai aturan, dan dampak pembangunan merusak lingkungan. [Nindy]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x