1. Home
  2. Ekonomi
  3. Sejumlah Pedagang di Kota Blitar Keluhkan Harga Minya Goreng Yang Mengalami Kenaikan
Sejumlah Pedagang di Kota Blitar Keluhkan Harga Minya Goreng Yang Mengalami Kenaikan

Sejumlah Pedagang di Kota Blitar Keluhkan Harga Minya Goreng Yang Mengalami Kenaikan

0

MayangkaraNews.com . Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional Kota #Blitar terus mengalami kenaikan. Saat ini, harga minyak goreng kemasan di Kota Blitar mencapai 18.000 per liter.

Satu diantara pedagang kebutuhan pokok di Pasar Templek Kota Blitar Lutfiatul Dhifah mengatakan, kenaikan harga minyak goreng terjadi secara bertahap. Padahal tiga pekan sebelumnya harga minyak goreng kemasan masih berkisar 15.000 per liter sampai Rp 16.000 per liter.

Lutfi mengatakan, saat ini harga minyak kemasan mencapai 18.000 per liter sedangkan minyak curah berkisar 17.000 per liter. Menurutnya, setiap pekan harga minyak goreng terus mengalami kenaikan.

Lutfi mengaku, tidak tahu penyebab harga minyak goreng terus mengalami kenaikan. Namun informasi dari sales, harga minyak goreng naik sudah dari pabrik.

Lutfi mengaku, karena harga minyak terus naik penjualan minyak goreng di kios miliknya mengalami penurunan. Untuk sementara, para pelanggan mengurangi belanja minyak goreng.

Sementara itu. Khusnul satu diantara pedagang agen kebutuhan pokok di Pasar Legi Kota Blitar mengatakan, harga minyak goreng kemasan di toko miliknya saat ini mulai 16.000 per liter sampai 18.000 per liter.

Harga ini naik, jika dibandingkan pada awal bulan Oktober lalu yang berkisar 14.500 per liter sampai 15.000 per liter.

Seperti diwartakan Detik Finance.com, Kementerian Perdagangan mengungkap sederet penyebab mahalnya harga minyak goreng. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan, kenaikan harga minyak goreng karena adanya berbagai hambatan di berbagai negara yang memacu harga internasional juga naik.

Kanada dan Argentina sebagai pemasok Canola Oil terjadi gangguan panen sehingga produksinya turun sekitar 7% dan menyebabkan turunnya pasokan dunia. Kemudian produksi crude palm oil (CPO) Malaysia turun sekitar 8%. Hal itu dikatakan karena kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh pandemi.

Meski harga minyak goreng mengalami kenaikan pasokan minyak goreng di masyarakat saat ini aman. Kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 5,06 juta ton per tahun, sedangkan produksinya bisa mencapai 8,02 juta ton. [Foto ilustrasi. Dinda]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x