Home Lang Lang Kota Sejumlah Wali Murid Keluhkan Dugaan Kecurangan PPDB 2020 Sistem Zonasi Tingkat SMA Di Kota Blitar
Sejumlah Wali Murid Keluhkan Dugaan Kecurangan PPDB 2020 Sistem Zonasi Tingkat SMA Di Kota Blitar

Sejumlah Wali Murid Keluhkan Dugaan Kecurangan PPDB 2020 Sistem Zonasi Tingkat SMA Di Kota Blitar

0

MayangkaraNews.com . Sejumlah wali murid di Blitar mengeluhkan dugaan kecurangan PPDB sistem zonasi tingkat SMA di Kota Blitar.

Satu di antara wali murid di Kota Blitar, Sutardjo mengaku kecewa dengan adanya dugaan manipulasi jarak pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA tahun 2020 ini.

Sutardjo menjelaskan anaknya tidak dapat diterima dengan jalur zonasi karena banyaknya calon siswa yang mendadak pindah domisili ke sekitar sekolah tujuan.

Menurutnya, surat keterangan domisili atau SKD diduga menjadi penyebab anak & beberapa siswa gagal dalam PPDB 2020 jalur zonasi.

Ia mengaku sebelumnya pernah mendapat tawaran dari oknum Komite SMPN 1 Blitar yang mengaku bisa mengatur PPDB dengan syarat ikut pindah domisili ke sekitar SMAN 1 Blitar, tepatnya di Jalan Enggano Kota Blitar.

Namun saat itu dirinya menolak karena ia meyakini anaknya tetap masuk di SMAN 1 Blitar karena rumahnya yang berada di zona lingkungan Karangtengah Sananwetan Kota Blitar.

Namun ternyata, anaknya tidak diterima di SMAN 1 Blitar karena banyaknya calon siswa yang mendadak pindah domisili ke sekitar SMAN 1 Blitar, tepatnya di Jalan Enggano Kota Blitar.

Karena itu, Sutardjo berencana akan melaporkan hal ini kepada DPRD Kota Blitar agar bisa diusut & diketahui siapa oknum yang bermain dalam proses PPDB 2020 tingkat SMA ini.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Blitar, Ramli mengatakan jalur zonasi merupakan jalur penerimaan dengan kuota terbanyak, 50% dari pagu sekolah.

Jalur zonasi dilakukan selama 3 hari mulai Senin 22 Juni sampai Rabu 24 Juni 2020 dengan sistem online.

Menurutnya, berbeda dari tahun sebelumnya, pada pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi tahun ini langsung terhubung dengan server milik pusat.

Kata dia, sekolah tidak melakukan verifikasi maupun validasi terhadap data calon siswa seperti tahun sebelumnya, sehingga diterima atau tidaknya siswa ditentukan langsung dari server pusat. [dinda]

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial